Uncategorized

Bejane dadi polisi

polisi

Surabaya – Gara-gara pernah ditilang, Naf’an sangat benci dan tak ingin menjadi seorang polisi. Tapi siapa sangka jika perjalanan hidup malah membuat pria kelahiran Jember itu menjadi seorang polisi. Dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), Naf’an kini nyaman dengan jabatannya sebagai Kanit Reskrim Polsek Asemrowo Polrestabes Surabaya.

“Saya dulu tak ingin jadi polisi, inginnya jadi tentara. Ya gara-gara pernah ditilang itu. Ketika itu saya ditilang karena tak punya SIM saat meminjam motor teman,” kata Naf’an saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Impian jadi tentara, cerita Naf’an dilatar belakangi keadaan perekonomian keluarganya. Djamat (alm), bapak Naf’an, hanyalah seorang tukang becak sedangkan ibunya, Napi’ah, hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang sibuk mengurus 6 anak. Naf’an adalah anak sulung dari 5 bersaudara.

“Karena itu saya ingin jadi tentara karena waktu itu menjadi tentara sangatlah gagah. Saya sebenarnya mengecewakan bapak saya yang ingin saya menjadi seorang guru,” tambah Naf’an.

Meski hidup pas-pasan, tetapi otak Naf’an cukup encer. Naf’an kecil dan remaja selalu mendapat ranking atas di sekolahnya. Meski berotak encer, namun Naf’an tak bisa berkuliah, lagi-lagi karena keadaan ekonomi.

Karena itu selepas lulus SMA di tahun 1981, Naf’an remaja langsung mendaftar ke Akabri di Marinir Osman di Jalan Opak, Surabaya. Tetapi nasib berkata lain. Pria kelahiran 12 Oktober 50 tahun silam ini gagal dalam tes jasmani.

“Di tahun 1981 dan 1982, saya masuk Tamtama AURI di Kodau IV di Jalan Jakarta, Surabaya. 3 Kali mendaftar, 3 kali pula gagal di tes tahapan penentuan akhir (pantukir),” kenang pria berkumis ini.

Namun Naf’an tak putus asa. Masih di tahun 1982, Naf’an kembali mendaftar menjadi seorang tentara. Kali ini ia mendaftar di Tamtama AD di Kodim Mojokerto.

Seperti cerita sebelumnya, Naf’an kembali gagal. Masih di tahun itu, Naf’an kembali gagal saat mendaftar sebagai calon bintara AD di Ajudan Korem (Ajanrem) Mojokerto. Gagal terus, akhirnya Naf’an terpaksa mendaftar sebagai calon bintara (caba) di polda Jatim di detik-detik terakhir pendaftaran.

“Setelah daftar di polisi, saya malah keterima,” ujar pria yang selalu tampil rapi dan klimis ini.

Lulus dari caba di tahun 1984, Naf’an ditempatkan di unit lantas Polsek Krian Polres Sidoarjo hingga tahun 1988. Berturut-turut Naf’an kemudian bertugas di Polres Mojokerto sebagai Sabhara penjaga gerbang tol (1988-1989), unit lantas Polres Sidoarjo (1989-1995) dan Polsek Taman Polres Sidoarjo sebagai bintara tata usaha (1995-1997).

Tahun 1988, Naf’an bersekolah untuk menjadi seorang perwira. Lulus sekolah calon perwira (secapa)i tahun 1999 , Naf’an menjadi tenaga pendidik (gadik) alias guru dengan pangkat Ipda di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Mojokerto.

“Sebenarnya cita-cita bapak yang menginginkan saya sebagai guru sudah kesampaian. Saya juga punya akta A4 (ijazah mengajar). Saya di SPN sampai tahun 2006,” tutur tutur bapak 1 anak tersebut.

Tahun 2006, Naf’an dimutasi menjadi Kanit Binluh Satnarkoba Polwiltabes Surabaya hingga tahun 2010. Sebelum menjadi Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, suami Titis Dyah ini sempat 2 bulan menjadi Kanit Bin Dikmas Satbinmas Polrestabes Surabaya.

“Seiring berjalannya waktu, ternyata enak juga jadi polisi,” kata Naf’an sambil terkekeh.

About OSIS SMA Negeri 1 Kebumen

blog OSIS SMA Negeri 1 Kebumen

Discussion

One thought on “Bejane dadi polisi

  1. Postingane deneng aneh

    Posted by S 3 09/10 | February 1, 2011, 4:38 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

contact us

Jalan Mayjen Sutoyo 7 Kebumen 54316, Jawa Tengah, Indonesia.

e-mail : osis_sman1kebumen@yahoo.com
qr code
%d bloggers like this: